Pengertian DNS (Domain Name System) dan Sejarahnya

Kalau Kamu adalah seorang pengguna layanan internet yang aktif menjadikan internet sebagai sarana yang mendukung berbagai aktifitasmu, maka tentu saja Kamu sudah tidak asing lagi dengan situs web (website)

Nah, website yang Kamu akses biasanya menggunakan alamat unik untuk dapat mengaksesnya. Yaitu pada URL (link website tersebut).

Pengertian DNS (Domain Name System) dan Sejarahnya

Sebagian besar situs web hari ini memanfaatkan teknologi domain name system (DNS) agar dapat dengan mudah dikenali oleh pembacanya.

Misalnya saja situs web yang sedang Kamu kunjungi saat ini, Kami menggunakan domain w3save.com sebagai domain dari website yang Kami kelola.

Dimana, w3 adalah singkatan dari WWW (world wide web) dan save adalah perwakilan dari tujuan utama Kami membuat website ini. Yaitu untuk menjadi sarana download berbagai media dari berbagai platform yang ada.

Sebutlah, Kami memiliki aplikasi berbasis web yang berfungsi untuk download video tiktok tanpa watermark, video reels, igtv hingga foto profil Instagram dengan kualitas HD.

Semua ini Kami lakukan untuk membuat website Kami dapat dengan mudah dikenali dan juga dapat mewakilkan maksud dan tujuan Kami membuat website ini.

Jadi, apa sih DNS itu?

DNS atau Domain Name System, seperti namanya, merupakan sistem penamaan situs web menggunakan domain. Yaitu penamaan website menggunakan variasi antara huruf-huruf alfabet atau angka dan berakhiran dengan ekstensi.

Jika Anda cukup familiar dengan internet, Anda mungkin menyadari bahwa dahulu beberapa website memiliki alamat akses yang cukup sulit untuk diingat.

Biasanya mereka menggunakan IP address dari server mereka untuk mengaksesnya. Hal tersebut sangatlah tidak efisien dan membuat orang kesulitan untuk mengingat alamat web yang ingin mereka kunjungi secara berulang.

Nah, dengan menggunakan teknologi DNS inilah, hal tersebut dapat ditanggulangi.

Sejarah Domain Name System (DNS)

Domain Name System pertama kali diperkenalkan dan menjadi bagian penting dari ekosistem dunia online (internet) sejak tahun 1985. Hal tersebut dilakukan karena pada saat itu, seperti yang sudah Kami bahas pada paragraf sebelumnya, sebuah website masih sangat bergantung pada IP address sebagai alamatnya dan membuat semua orang, baik pengelola maupun pengguna / pengunjung kesulitan untuk mengingat alamat website tersebut.

Penggunaan teknologi DNS sejak saat itu disadari sebaga langkah dobrakan besar yang dapat membawa perkembangan berarti bagi internet serta branding suatu situs web. Dan benar saja, sejak diterapkannya DNS pada sebagian besar situs web yang online dan dapat diakses secara bebas hari ini, banyak informasi dapat disebarkan secara bertanggung jawab dan cepat ke seluruh penjuru dunia.

Setidaknya itu lebih baik ketimbang harus menghafal satu persatu IP Address website-website yang ada. Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa manusia lebih mudah mengingat susunan huruf daripada susunan angka acak.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *